Pengenalan Segel Celah Tanpa Kontak
1. Karakteristik Material
(1) Kisaran Suhu
Kisaran suhu yang berlaku: -40°C hingga 60°C (-40°F hingga 140°F).
(2) Batasan Laju
Laju pengeboran sumur dibatasi hingga 80 m/detik.
(3) Ketahanan Kimia
Bahan ini tahan terhadap berbagai bahan kimia, termasuk pelarut organik umum, alkohol, ester, keton, hidrokarbon alifatik dan aromatik, gemuk, dan minyak. Larutan alkali tidak akan merusak material bahkan pada suhu tinggi. Selain itu, material ini memiliki daya serap air yang sangat rendah, dengan maksimum hanya 0,8%. Namun, segel celah yang terbuat dari resin polioksimetilen tidak dapat digunakan untuk menyegel oksidan, asam organik atau anorganik (pH < 4).
2. Prinsip Kerja
(1) Komposisi Struktural
Segel celah GMN terdiri dari dua komponen plastik yang dipasang pada rumah berbentuk kerucut, membentuk celah bergerigi. Selama pemasangan, puncak dan lembah profil cincin dalam dan luar (yang dikerjakan dengan alat yang sama) menyatu saat terpasang. Segel dikirim sebagai unit yang tidak dapat dipisahkan.
(2) Prinsip Segel Labirin
Segel labirin dirancang berdasarkan geometri labirin internal. Struktur labirin ini menyebabkan kontaminan mengubah arah sebelum memasuki bantalan. Desain labirin kerucut yang menyelubungi menggunakan gaya sentrifugal untuk mempercepat pergerakan radial kontaminan, menyebabkan kontaminan terlempar keluar dari celah segel. Agar kontaminan dapat menembus segel, kontaminan harus merambat dari diameter labirin yang lebih besar yang menghadap kontaminan ke diameter yang lebih kecil di sisi "kering" segel untuk mengatasi gaya sentrifugal. Partikel yang menembus labirin kerucut pada langkah pertama dikeluarkan di bawah gaya sentrifugal dan diarahkan kembali ke sisi segel yang menghadap kontaminan. (3) Keterbatasan Segel celah tidak dapat menangani tingkat cairan yang tinggi, dan juga tidak dapat sepenuhnya menyeimbangkan gradien tekanan antara bagian dalam dan luar segel. Segel celah hanya dapat mengurangi atau menekan tekanan, bukan mencapai penyegelan yang sebenarnya.
3. Keunggulan dan Kehati-hatian dalam Penerapan
(1) Aplikasi Tahan Debu Untuk aplikasi tahan debu, gemuk dapat ditambahkan ke segel celah sebelum pemasangan untuk meningkatkan efisiensi penyegelan di lingkungan berdebu. Selama rotasi, sejumlah gemuk akan terlepas dari segel.
(2) Titik Pemasangan Saat memasang segel celah, perhatikan orientasinya; diameter labirin yang lebih besar harus menghadap ke kontaminan.
(3) Parameter Jarak Bebas Jarak bebas aksial dan radial dari segel kira-kira sama, keduanya sekitar 0,5 mm, dan keduanya saling mempengaruhi.
(4) Batasan Kecepatan Segel celah GMN dipasang dengan cara ditekan ke poros. Di bawah gaya sentrifugal, cincin bagian dalam dapat terangkat dari poros. Batasan kecepatan bervariasi tergantung pada ukurannya.
4. Metode untuk Meningkatkan Efisiensi Penyegelan
(1) Mencegah Percikan Langsung Kontaminan
Jika kontaminan dapat terciprat langsung ke celah penyegelan, cakram dapat dipasang di depan segel, memastikan ruang yang cukup antara segel dan cakram untuk mencegah aliran balik cairan ke dalam celah penyegelan.
(2) Menangani Cairan yang Terciprat dalam Jumlah Besar
Jika terdapat banyak cairan yang terciprat, ruang kosong yang cukup harus disediakan di depan segel agar cairan yang terciprat dapat menetes atau mengalir dengan bebas. Selain itu, poros putar tipe "Sa" dan rumah putar tipe "Si" dapat digunakan.
(3) Mencapai Fungsi Penyegelan Ganda
Untuk mencegah kontaminan dan pelumas masuk ke dalam peralatan secara bersamaan, dua segel dapat digunakan saling berhadapan (yaitu, diameter labirin yang lebih kecil dari kedua segel tersebut saling berlawanan).
Waktu posting: 15 Mei 2026




